Hari minggu 20 maret 2016 komandan Korem melakukan perjalan menuju poso untuk melihat perkembangan langsung dilapangan.terkait dengan operasi pemburuan anggota terrorist Santoso.Bersama dengan empat anggota TNI AD lainnya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD membenarkan kejadian itu.
"Saya membenarkan kejadian itu. Bahwa kecelakaan yang menimpa helikopter berpenumpang milik AD benar adanya," ujarnya, kepada wartawan, Minggu (20/3/2016).
Meski membenarkan kejadian itu,Kepala Dinas Penerangan TNI AD tidak bisa berbicara banyak terkait kejadian yang menimpa Helikopter TNI AD itu,karena belum mengetahui secara pasti kronologi yang terjadi saat Helikopter tersebut mengalami kecelakaan.
"Saya masih ngumpulin informasi karena infonya simpang siur sana-sini. Kronologi pun masih belum jelas. Oleh sebab itu saya belum bisa berbicara panjang lebar," pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang terhimpun, peristiwa itu terjadi di Dusun Pattiro Bajo, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso dan menewaskan lima orang penumpangnya.
Adapun korban tewas dalam insiden tersebut ialah:
1. Kolonel Inf Saiful Anwar.
2. Kolonel Inf Ontang.
3. Kolonel Inf Heri Setiaji.
4. Letkol Cpm Tedi.
5. Mayor Inf Faki.
Share Jika Bermanfaat!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Lain kali hati-hati yah komandan. Turut berduka cita.
BalasHapusSebenernya kalo di indonesia prosedur penerbangan itu Udah bangus :3 Tapi Perawata Alusista itu bener-bener kurang,makanya ini belom di tembak udah jatoh
Hapuskok bisa gitu ya? belum jelas
BalasHapusMasih belum jelas kronologinya tapi di dalem helikopter isinya orang-orang profesional semua,jadi gua pikir itu kesalahan mesin kayanya.
Hapussemoga yang meninggal diterima disisinyaa Amiin
BalasHapusAmin
Hapusheli jatuh lagi, semoga yg meningggal amal dan ibadahnya di trima Allah swt
BalasHapus